apakah yang gerangan inginkan


Kenapa aku tak juga lelah.

 

 

Ku kejar kau ke arah timur,

kau malah lari ke barat.

Ku kejar kau ke arah selatan,

kau malah pergi ke utara.

Tuanku,

Apakah yang gerangan inginkan?

Jika bumi ini benar bulat,

kenapa langkah kaki ini terkadang sesat.

Ku ambilkan mawar,

namun yang kau tuju adalah menghisap darahku.

Ku timba seisi lautan untukmu,

namum kau malah mengusap keringatku.

Tuanku,

–Apakah yang gerangan inginkan?–

Pencarianku pun tak satu yang kau ingin,

namun bulan hanya satu dalam angin.

Tuanku,

–Apakah yang gerangan inginkan?–

Jemari tanganku terdiri dari sepuluh jari,

masing-masing memiliki lima jari.

Mampukah jika kau suruh aku memetik semua bintang yang di atas,

bukankah itu bagian dari hias malam.

Tuan,

–Apakah yang gerangan inginkan?–

sekalipun aku tak rasakan sebuah lelah atau lemas untuk turuti inginmu.

Tuaaan,

jawablah tanya ku.

–Apakah yang gerangan inginkan?–

Seketika nanti aku lemas,

bukan berarti aku pemalas.

Kala rinai hujanmu membasahiku,

tak sekalian saja kau cabut nyawaku.

Tuanku,

bukan aku mengeluh,

bukan aku pecundang,

bukan aku goyah.

Senyumku sudah mulai menciut oleh redup hias malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s