dalam seribu cangkirku penuh ambisi


Segelas air lautan manis kurasa. 

Bagai pelukis langit malam, 
bagai penyair ketika sebelum pelangi. 
Nyanyikan sebait nada kerinduan, 
menemani para pengembara sosok Putri. 

Jika, 
akulah semua isi dari langit dan bumi, 
tak kan pernah aku bermimpi. 

Inai penghujan menyapa katulistiwa, 
burung-burung berubah menjadi linsang. 
Kebesaran sukma atas berbuatan adam dan hawa, 
dalam jannah pun seketika terjang hilang. 

Rahasia benturan ombak pada karang, 
runtuhan sukma tertelan usang. 

dalam seribu cangkirku penuh ambisi— 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s