malu-malu runtuh


Hy pendusta terik siang, 
kau pengecut sembunyi di bawah rindang. 

Tunjukkan mukamu padaku (kala terik), 
kemampuanmu sebatas satu bulu mata. 
Angkat kepalan tanganmu, 
sampai kau mampu membuka mata (kala terik). 

Dengan logam berstempel saja kau mudah memanjangkan dagu, 
tapi, 
dengan detik terik alam kau tak mampu bersendu. 

Dengan apa kau sebut itu? 
malu lalu runtuh. 

–sungguh, logam berkarat– 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s