sesal atau senang


engkau atau aku yang tak akan pernah kembali

menghela nafas bersama di tepi telaga malam

dalam sepi yang tak satu pun lintang menemani

engkau adalah yang pertama bertahan sejauh lintas selatan

membaginya dengan garis putus bertahan

berjalan dengan perlahan

jangan engkau,

atau memang engkau tak mampu melepas genggaman ini

menyusuri gulita fajar dalam hujan terik

dengan langkah bayangan yang melayang

dan terbang dalam bayangan hilang

waktu perlahan tlah hilang

nafas pun berhenti tak terganti

sesaat engkau ku ajak bersantai di tepi pantai

menikmati permai senja yang tak pernah usai

namun engkau menolak

sesaat engkau meminta pahit dalam gula

engkau selalu memaksaku memberinya

namun aku enggan

–terjadi atau tidak, adalah bukan rayuanku–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s